Current IssuHeadline

Dosen UIN Alauddin Membahtah Persulit Mahasiswa Karena Bunga

Gowa – Berita yang baru-baru ini mencuat di media tentang oknum dosen UIN Alauddin Makassar yang mempersulit mahasiswa lantaran tidak dibelikan bunga, tidak dibenarkan oleh Gemy Nasity (Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran UIN Alauddin Makassar) saat ditemui di ruangannya.

Gemy menunjukkan dalam percakapannya, membenarkan ungkapan “Bawakan bunga nah” namun ia menyebutkan itu hanya sekedar gurauan, keteledoran saya karena memang kata-kata dalam bentuk tulisan itu tidak bisa menyampaikan ekspresi wajah yang bercanda saat mengucapkan hal tersebut, saya juga tidak mempersoalkan anak bimbingan saya jika tidak membawa bunga, ungkapnya (04/02/2021).

Kerabat mahasiswa berinisial W, Muhammad Aldi, mengaku bahwa mahasiswa yang berinisial W tersebut dipersulit sejak akhir tahun 2019 dalam pernyataannya di salah satu media, namun dari data yang sempat dihimpun persma.id mahasiswa berinisial W tersebut baru pertama kali bimbingan pada tanggal 5 Oktober 2020.

Lalu Mengapa Mahasiswa Dipersulit ?

Salah satu tugas pembimbing yaitu mengarahkan penelitian yang hendak atau sedang dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Ahli Farmakologi (Dr. Gemy Nastity Handayany., S.Si., M.Si., Apt) tersebut berpendapat bahwa hanya melakukan tugas dan fungsinya sesuai bidang keilmuan dalam membimbing, kurang tepat jika dikatakan mempersulit mahasiswa.

Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa mahasiswa yang berinisial W tersebut melakukan pergantian judul dan tidak mengkonfirmasi perubahan tersebut kepadanya, lantas mendesak untuk disetujui. Lebih lagi mahasiswa yang bersangkutan tidak bisa menjawab pertanyaan dasar tentang apa yang melatar belakangi penelitiannya, dan masih banyak masalah dalam tinjauan pustaka atas 13 jurnal yang diangkat, yang hanya disalin dan tempel pada pembahasan hasil dalam penelitian mahasiswa berinisial W tersebut.

Jadi bukan karena bunga !

tegas Gemy
Back to top button